Indeks
RSS
Print
WALIKOTA IMBAU MASYARAKAT BEKASI CIPTAKAN KERUKUNAN BERAGAMA

[BERITA LIPUTAN
Kota Bekasi, 14 Januari 2010. Walikota Bekasi H Mochtar Mohamad mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi, khususnya di Kecamatan Bekasi Utara agar lebih dapat menghargai kerukunan antar umat beragama. Pernyataan ini dikemukakan H Mochtar Mohamad saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia (GMP-AM) Bekasi Utara pagi tadi di Aula Kantor Kecamatan Bekasi Utara, Kamis (14/1).
Pelantikan GMP-AM Kecamatan Bekasi Utara dilakukan oleh GMP-AM Pusat Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, unsur muspida, lurah, tokoh masyartakat, alim ulama serta undangan dan masyarakat lainnya.
Mengingat, akhir-akhir ini timbul adanya indikasi konflik antar umat beragama, bahkan belum lama ini pun terjadi sesuatu hal yang kurang berkenan di mata masyarakat, yang mencederai kerukunan umat beragama di Kota Bekasi. Menanggapi hal tersebut, walikota pun mengeluarkan pernyataan keras agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang. "Tidak ada gunanya ribut-ribut soal agama", ujar walikota.
Walikota juga mengajak masyarakat Kota Bekasi agar tidak mudah terpancing isu negatif yang dapat mengkambinghitamkan teritorial, serta dapat mewaspadai orang yang ingin berniat memecah belah agama yaitu dengan mengintruksikan agar tidak mengikuti aliran yang ingin mengkacaubalaukan serta membuat onar lingkungan. "Jangan ikuti lembaga yang sering bertengkar soal agama, baik itu lembaga apapun", katanya.
Walikota menambahkan, bahwa keberadaan perbedaan agama di Indoesia mencerminkan bahwa bangsa Indonesia saling menghargai, menghormati sebagai mana tercermin dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika. Pandanglah perbedaan tersebut dengan penuh akhlak maka akan tampak seperti indahnya sebuah pelangi. “Tidak ada di kitab manapun yang mengajarkan umatnya untuk saling menebar konflik, justru yang ada adalah mengajak umatnya untuk saling menjaga perdamaian”, ujarnya dengan tegas.
Sebagai mana yang tercermin dalam visi yang diusung Kota Bekasi sebagai Kota Ihsan, tentunya hal tersebut harus dimaknai dengan pemahaman bahwa kehidupan masyarakat di Kota Bekasi selalu dijiwai dengan nilai-nilai agamis, sehingga akan terhindar dari konflik-konflik yang ditimbulkan melalui isu-isu yang sengaja ditebar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.(rinto/yvost)
Sosial Budaya Sebelumnya